5 Turnamen eSports menggunakan Total Hadiah Terbesar pada Dunia

Kemajuan industri game menghadirkan sebuah profesi baru bagi para gamer buat sebagai seseorang profesional. Maka berdasarkan itu, perusahaan game berlomba-lomba menggelar sebuah turnamen eSports pada mana para gamer profesional bisa memperlihatkan kebolehannya dalam bermain game.

Ngomong-ngomong soal turnamen eSports, di bawah ini merupakan jajaran turnamen eSports menggunakan total nilai bantuan gratis terbesar pada dunia, terdapat turnamen dari game favorit kamu, gak ya? Langsung cek, mari!

1. The International 9

Siapa tidak kenal Dota 2, game MOBA atau Multiplayer Online Battle Arena satu ini merupakan galat satu game paling populer di global. Game yang adalah sekuel berdasarkan Defense of the Ancients mod dalam Warcraft tiga: Reign of Chaos & Warcraft tiga: The Frozen Throne ini jua sudah seringkali kali menyelenggarakan turnamen resmi yg dihadiri sang gamers terbaik global sebagai pesertanya.

Setiap tahunnya Valve yang merupakan perusahaan pendiri Dota 2 menyelenggarakan turnamen internasional yang bertajuk The International. Pada tahun 2019 The International ke-9 telah mencetak sejarah menjadi turnamen eSports menggunakan total nilai bantuan gratis tertinggi sepanjang masa, yakni 34,tiga juta USD atau senilai 497,7 miliar rupiah.

2. The 2019 Fortnite World Cup Finals

Fortnite merupakan game bergenre battle royal yg dikembangkan sang Epic Games. Game menggunakan rona yg begitu colorful ini kian populer sejak pertama kali rilis pada tahun 2017. Hal itulah yg membuat Epic Games tertarik buat menggelar banyak sekali kejuaraan eSports buat Fortnite, bahkan hingga level piala dunia.

Pada tahun 2019 Epic Games menyelenggarakan final berdasarkan piala global Fortnite yang bertajuk The 2019 Fortnite World Cup Finals menggunakan total hadiah uang tunai yg sangat besar , yakni 30,4 juta USD atau lebih kurang 441,5 miliar rupiah.

3. The 2018 League of Legends World Championship 


League of Legends merupakan game menggunakan genre MOBA atau Multiplayer Online Battle Arena yg dikembangkan sang Riot Games. Game yg dirilis pada tahun 2009 ini terinspirasi berdasarkan pendahulu Dota dua yakni Warcraft III: The Frozen Throne dari seri Defense of the Ancients. League of Legends dikenal sebagai game dengan jumlah penggemar yang begitu banyak, maka menurut itu tidak heran apabila Riot Games selalu menggelar kejuaraan global secara rutin.

Pada tahun 2018 League of Legends mencetak sejarah sebagai game yang menggelar kejuaraan eSport dengan bantuan gratis tertinggi di global, lewat turnamen bertajuk The 2018 League of Legends World Championship yang total hadiahnya mencapai 6,4 juta USD atau setara dengan 92,9 miliar rupiah.

4. The 2020 Call of Duty League Championship 

Call of Duty merupakan game FPS (First Person Shooter) yang diterbitkan oleh Activision pada tahun 2003. Hingga sekarang Call of Duty dipercaya menjadi game FPS dengan kualitas grafis yang mampu memberikan kepuasan bermain pada para gamer. Karena termasuk game paling terkenal pada global, tidak heran bila Activision selalu menggelar kejuaraan resmi Call of Duty secara rutin.

Pada tahun 2020, Call of Duty League Championship terpaksa diadakan secara online dikarenakan endemi pandemi COVID-19. Meskipun begitu, turnamen tersebut menjadi kejuaraan Call of Duty menggunakan total hibah tertinggi sepanjang masa yakni sebanyak 4,6 juta USD atau kurang lebih 66,5 miliar rupiah.

5. The 2020 Honor of Kings World Champion Cup 

Honor of Kings atau Kings of Glory adalah game MOBA mobile yg dikembangkan sang Tencent yg merupakan salah  satu perusahaan game paling akbar di dunia. Apabila engkau  seorang gamer sejati, harusnya engkau  telah tidak asing lagi dengan game ini, lantaran Honor of Kings merupakan versi China dari AOV.

Berhasil menjadi game mobile yang bersanding di jajaran list turnamen eSports menggunakan total bantuan gratis tertinggi di global, The 2020 Honor of Kings World Champion Cup yang diselenggarakan di China dalam tahun 2020 lalu adalah kejuaraan menggunakan total hadiah yang sangat tinggi yakni sebesar 4,6 juta USD atau kurang lebih 65,1 miliar rupiah.