Google Maps Kini Dilengkapi Fitur Rekomendasi Rute menggunakan Porsi Bahan Bakar Sedikit

Siapa yg tidak asing menggunakan aplikasi terkemuka penunjuk arah Google Maps? Aplikasi yang disematkan Google pada tiap ponsel Android ini mempunyai pembaruan.

Salah satu alasan orang memakai Google Maps lantaran adanya fitur rekomendasi rute tujuan pada waktu singkat dan banyak sekali moda transportasi pilihan.

Meski terkadang, jalur yang direkomenfasikan nir selalu menjadi rute singkat bahkan membingingkan, Google Maps permanen jadi pilihan favorit di seluruh global.

Selain merekomendasikan loka, mengupdate liputan lalu lintas dan hubungan darurat, rupanya terdapat fitur baru yang membantu pengguna jalan.

Sebuah laporan berdasarkan Autoevolution sudah menyampaikan bahwa pada pembaruan Google Maps, Google akan mengganti algoritma yang digunakannya buat menghitung rute.

Dampaknya merupakan Google akan mencoba menemukan rute yang paling irit bahan bakar bagi pengemudi.

Nantinya, fitur Google Maps mampu menentukan rute tercepat & paling ekonomis bahan bakar mempunyai asumsi ketika kedatangan yang sama di tujuan, maka Google Maps akan lebih memilih opsi yang lebih ramah lingkungan.

Opsi ini tentu akan berakibat semua pengguna jalan akan semakin bijak pada memakai bahan bakar minyak.


Melansir halaman Ubergizmo, Minggu (25/4/2021), Google memang nir memaksakan fitur ini kepada semua penggunanya.

Ini adalah pembaruan yg menarik karena efisiensi bahan bakar bisa ditentukan oleh poly faktor. Seperti kebiasaan pengemudi yang hobi mengerem kaki terlalu keras dan secara nir perlu masih bisa mengonsumsi lebih poly bahan bakar pada apa yg diklaim rute hemat bahan bakar.

Faktor lain yang menyebabkan porsi bahan bakar terpakai poly di antaranya merupakan stagnasi, suhu liar ruangan sampai kecelakaan kemudian lintas.

Meski demikian Google Maps akan terus memperbarui prosedur pemecahan  ini buat menekan borosnya pengemudi kendaraan pribadi melalui rute yang ramah bbm.

Meski demikian, Google Maps masih memberikan keleluasaan pengguna untuk menentukan opsi rute tercepat atau yg paling ramah lingkungan meski akan berdampak pada durasi bepergian.